Kamis, 08 Januari 2015

Sistem Manajement Mutu



Sistem Standar Mutu
ISO 9000 Series adalah standard quality manajemen yang dibentuk berdasarkan dari konvensi ISO/TC 176 (ISO Technical Committee 176) pada 1979. ISO 9000 di bentuk sebagai dasar dari suatu seri standard quality manajemen, yang disusun secara lengkap pada 1982 dan dikenalkan secara umum pada 1983. ISO 9000 seri standad memperkenalkan persyaratan – persyaratan penting yang perusahaan butuhkan untuk menjamin konsistensi produksi dan pengiriman yang tepat waktu terhadap barang dan jasa kepada pasar.

 

 

ISO 14000

ISO14000 adalah standar internasional untuk manajemen lingkungansistem yang  berlaku untuk setiap usaha atau organisasi, terlepas dari ukuran, lokasi atau pendapatan.Standar-standar ini dikembangkan olehOrganisasi Internasional untuk Standarisasi(ISO),yang memiliki perwakilan dari komite seluruh dunia. ISO 14.000 termasuk yang palingterkenal adalah ISO 14001, yang merupakan inti set standar yang digunakan oleh organisasiuntuk merancang dan menerapkan sistem manajemen lingkungan yang efektif. Standar lainnya termasuk dalam seri ini adalah ISO 14004, yang memberikan pedoman tambahanuntuk sistem manajemen lingkungan, dan standar yang lebih khusus yang berhubungandengan aspek-aspek tertentu dari manajemen lingkungan.ISO 14000 standar manajemen lingkungan yang ada untuk membantu organisasimeminimalkan bagaimana operasi mereka berdampak negatif terhadap lingkungan.

     

Tujuan Utama ISO 14000
Tujuan utama dari seri ISO 14000 norma adalah "untuk mempromosikan lebih efektif dan efisien pengelolaan lingkungan dalam organisasi dan untuk menyediakan alat yang berguna dan bermanfaat - biaya yang yang efektif, sistem berbasis, fleksibel danmencerminkan organisasi terbaik dan yang terbaik organisasi praktek yang tersedia untuk mengumpulkan, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi yang relevan lingkungan ".Ini menawarkan sumber bimbingan untuk memperkenalkan dan mengadopsi sistemmanajemen lingkungan berdasarkan praktek terbaik universal, dengan cara yang sama denganISO 9000 seri sistem manajemen mutu, yang sekarang banyak digunakan, merupakan alatuntuk transfer teknologi yang terbaik yang tersedia praktek manajemen mutu. Dalam struktur seri ISO 14000 adalah sama denganISO 9000 kualitas manajemendan keduanya dapat diimplementasikan berdampingan.

Manfaat penerapan standar ISO 14000 
Penerapan standar ISO 14000 berpotensi untuk, antara lain :
-          Meningkatkan citra organisasi
-          Meningkatkan kinerja lingkungan organisasi
-          Meningkatkan penaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan
-          Mengurangi resiko usaha
-          Meningkatkan efisiensi kegiatan 
-          Meningkatkan daya saing
-          Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak
berkepentingan 
-          Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan,
-          pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)

Isu-isu penting yang dihadapi dalam penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
(SML)

Standar ISO 14001 adalah satu-satunya standar dalam ISO seri 14000 yang dapat dijadikan persyaratan sertifikasi, namun penerapan standar ISO 14001 tidak secara otomatis harus mendapatkan sertifikasi. Standar ISO 14001 memuat komponen dan proses berjalannya sistem manajemen terhadap aspek lingkungan dari kegiatan, produk atau jasa suatu organisasi. Suatu organisasi yang menerapkan SML mengikuti standar ISO 14001 dapat mengajukan permohonan sertifikasi ISO 14001 kepada Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi. Lembaga Sertifikasi selanjutnya akan mengevaluasi kesesuaian SML organisasi yang bersangkutan dengan standar ISO 14001 dan juga efektivitas SML tersebut.

Banyak pihak mempunyai persepsi yang kurang tepat terhadap SML dan sertifikasinya,
sebagai berikut :
1.      Standar SML menggunakan pendekatan proses perbaikan secara sistematis dan
berkelanjutan. Standar tersebut tidak memuat tingkat kinerja lingkungan tertentu.
Oleh karena itu, sertifikasi ISO 14001 tidak senantiasa bermakna bahwa kinerja
lingkungan organisasi yang bersangkutan. lebih baik daripada organisasi lain
yang tidak mempunyai sertifikat ISO 14001.
2.      Sertifikasi ISO 14001 tidak diberikan oleh pihak Pemerintah, tetapi oleh
Lembaga Sertifikasi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi yang berwenang,
mengikuti aturan main yang disepakati secara internasional. Oleh karena itu,
Lembaga Sertifikasi-lah yang bertanggungjawab langsung menjamin ketepatan
pemberian sertifikat ISO 14001.
3.      Apabila ada situasi ketidaktaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan
pengelolaan lingkungan, sertifikat ISO 14001 tidak secara otomatis dicabut
oleh Lembaga Sertifikasi yang memberikan. Namun, berdasarkan SML organisasi
yang bersangkutan. harus segera melakukan tindakan perbaikan dan mencegah
terulangnya ketidaktaatan tersebut. Lembaga Sertifikasi akan mengevaluasi
efektivitas proses perbaikan tersebut.
4.      Perolehan sertifikat ISO 14001 bukan merupakan tujuan akhir penerapan SML,
namun merupakan salah satu tahap awal dalam mewujudkan proses perbaikan secara
sistematis dan berkelanjutan. Organisasi yang menerapkan SML tanpa sertifikasi
pun dapat juga mewujudkan proses yang sama.

 

Peran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam penerapan ISO 14000 di Indonesia

Berdasarkan diskusi dengan berbagai pihak berkepentingan di Indonesia, KLH menyadari potensi penerapan standar ISO 14000 bagi peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup Indonesia serta peningkatan peran serta dunia usaha untuk secara pro-aktif mengelola lingkungan. Oleh karena itu, KLH mendorong dan memfasilitasi penerapan standar ISO 14000 di Indonesia. Berbagai seminar, lokakarya, pelatihan tentang ISO 14000 telah dilaksanakan sejak tahun 1995, yang dimaksudkan menjadi motor penggerak penerapan standar ISO 14000 di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan populasi para praktisi dalam bidang tersebut serta dengan pendekatan pemberdayaan pihak swasta yang kompeten, maka KLH mengharapkan agar peran motor penggerak penerapan standar ISO 14000 tersebut dilanjutkan oleh pihak swasta. Hal ini konsisten dengan latar belakang pengembangan standar
ISO 14000 yang dimotori oleh dunia usaha dan didukung oleh para praktisi berpengalaman. 

ISO 8402 SISITEM MANAJEMAN PRODUKSI (TQM)
TQM atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program – program luas angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.
TQM merupakan filosofi manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mutu dan untuk mengubah sikap para karyawan. Pentingnya peran TQM telah disadari oleh banyak perusahaan, karena dengan TQM perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjawab tantangan ekonomi global pada masa kini yang mengalami berbagai perubahan seperti berubahnya kondisi market dan harapan/permintaan konsumen, serta meningkatnya tekanan persaingan.
Tanggung jawab untuk manajemen kualitas ada pada semua level dari manajemen, tetapi harus dikendalikan oleh manajemen puncak (top management) dan implementasinya harus melibatkan semua anggota organisasi.

Sumber:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar